Shirakawa-go | Day 2

Pagi yang dingin
Enaknya jalan2 sendirian itu adalah kita bisa bangun jam berapapun tanpa harus mikirin orang lain, ketika mood berubah, atau rencana perjalanan berubah, kita ngga akan merugikan siapapun toh, ga perlu musyawarah untuk mufakat ya kan? Everything is up to you! You are free to go and to do whatever you want! Ga enaknya cuman kalo mau foto-foto itu kita musti mengemis minta tolong ke org buat fotoin huks huks… Nah, ini yang aku alami di hari ke-2. Aku males banget bangun dari tempat tidur karena suhu yang dingin banget bikin menggigil, meskipun kamarnya ada AC/Heater nya, tetep aja dingin, apalagi kalo mau keluar kamar, mau pipis ke toilet aja harus pake coat loh karena ga semua sudut ruangan di hostel ini ga ber-AC. Untungnya si dudukan toilet jadi anget kalo pas winter, jadi pantat kita rasanya sepoy-sepoy hahaha, emang Jepang itu top amazing super deh.

Hari ini jadwal di itinerary adalah explore Shirakawago. Tujuan utamanya adalah untuk ngerasain salju, tapi nyaliku sempet ciut karena ga tahan sama dinginnya, bodohnya sempet berfikir kalo kemarin udah ngerasain salju meskipun dikit, jadi ngapain ke Shirakawago jauh-jauh? What a stupid thought! Padahal kan tiket bus sudah dibooking online. Tapi untunglah niat buruk aku untuk skip Shirakawago tergagalkan karena aku kenalan sama seorang perempuan solo traveler juga yang kebetulan sekamar sama aku, yang pake tas ransel segede gaban. Ternyata eh ternyata dia baru balik dari daerah Gifu, tentunya ke Shirakawago donk dan aku tanya gimana kesan kesannya hahaha, dia bilang its Aamaaaazioooong, never seen something magical like that before in my life – gitu katanya hahaha. Trus kan aku bilang, aku mau kesana tapi PP karena dulu dadakan nyempilin 1 hari di itin buat kesana, eh dia bilang katanya gakan puas kalo cuma sehari, justru kalo bermalam disana lebih indah dan lebih serasa berada di negri dongeng. Hmmm ngiler, tapi mau bagaimana lagi, sudah ga mungkin kalo harus nginep disana. Maybe next time, harus wajibbbb wkwkwkwkwk. Oke Akhirnya! Jadi ke Shirakawagoooo…. I’m comiiing my darling.

Thunderbird menuju Kanazawa

Karena perjalananku dimulai dari Kyoto, sementara Shirakawago itu lumayan jauh juga, aku harus dapat kereta paling awal, paling pagi, kalo kelewat, sudah deh bye bye Shirakawago karena waktunya gakan ckhukuph. Aku bangun jam 6 pagi, ga mandi hihi. Jam 6.30am aku otw menuju Kyoto Station, jalan kaki cuma 5-10 menit, aku naik kereta Thunderbird 1, jadwal yang paling awal, menuju Kanazawa, perjalanan ditempuh selama 2 jam. Thunderbird ini JR punya loh, meskipun jalannya ga secepet Shinkansen, tapi karena aku pegang JR Pass, jadi ngga perlu bayar lagi. Selama perjalanan dari Kyoto ke Kanazawa, saya banyak melamun, dan kwatir. Pemandangannya sih memang Indaaaah bgt, hutan-hutan yang penuh dengan salju, perkampungan yang ditimbun salju, kaya kue mochi, aku masih amaze banget karena ini pertama kalinya liat salju, tapi kwatirnya adalah aku takut ga kuat nahan dinginnya, bertanya-tanya apa pakaian yg aku pake sudah cukup bikin hangat atau belum, kalau ternyata masih kedingan gimana, gimana kalo kena hypotermia, gimana kalo pingsan, bla bla bla… tapi aku ga give up juga sih, ya lah orang udah disini, aku terus memotivasi diri, dont be scared honey! you can do it!

Sampai di Kanazawa, bis yang sudah aku booking online tiba 1 jam lagi, nah selama 1 jam ini aku GEJE dan kedingingaaaan, sempet sakit kepala, mual-mual pengen muntah, tapi gimanaaa? I am all alone T_T… mungkin karena perubahan cuaca dan keparnoan juga ya, jadinya aku stress, aku berusaha nguat-nguatin diri aja, minum oskadon, tolak angin… cukup membantu, aku juga nunggu di dalem mall biar anget, karena diluar dingin bgt dan turun salju, uwwoooww. Antara sakit tapi happy, gimana coba rasanya? Hahaha…. Terminal bus Kanazawa deket banget sama stasiun kereta, ketika keluar stasiun pintu utama itu langsung ada terminal bus, aku langsung memastikan ke petugas yang jaga konter disana, apakah bus yang akan ku naikin bener disini stopnya, petugasnya ramah, ngasih tau di flatform berapa dan jam berapa berangkatnya. Ingat loh, Jepang itu nomor satu dalam ketepatan waktu, jadi kalo di jam yang tertera, jam 10 berati emang jam 10 berangkatnya, jadi jangan sampai telat ya. Selama killing time, aku jalan-jalan ke mall yang ada di dekat terminal, sambil sering-sering liat ke flatform bis, takutnya bisa sudah nyampe dan aku ditinggalin kan ga lucu. Lalu tiba-tiba turun salju T_T terharu, sedih dan senang, campur menjadi satu. Mimpi apa gw ada disini sendirian.

Nohi Bus dari Kanazawa ke Shirakawago
Catatan penting kalau mau mengunjungi Shirakwago adalah BOOKING BUS TERLEBIH DAHULU kalau bisa beberapa minggu sebelum keberangkatan, karena biasanya bus menuju Shirakawago itu selalu penuh, meskipun ada yang on the spot, tapi daripada ga kebagian, malah jadi acak-acakan itinerary kita nantinya kan. Sebenarnya ada beberapa pilihan rute menuju Shirakawago, ada yang dari Kanazawa, Toyama, Takayama dll. Aku pilih dari Kanazawa karena memang jarak paling dekat dari Kyoto adalah lewat Kanazawa, meskipun sebenernya juga bisa lewat Nagoya lalu ke Takayama. Aku juga mempertimbangkan masalah waktu yang ditempuh, berapa moda transportasi yang harus dipakai, dan kebetulan lewat Kanazawa lebih praktis, karena hanya satu kali naik kereta dan lalu naik bus. Sementara kalo lewat rute lain bisa berkali-kali dan waktu tempuh juga bisa lebih lama. Maklumlah, ini tuh ide dadakan sekali dan hanya punya waktu satu hari aja untuk explore Shirakawago yang indah dan menawan ituhh.

Untuk booking Bus, aku lewat https://japanbusonline.com caranya gampang banget kok, ikutin aja step-stepnya. Easy Peasy. Jam 10.50 in the morning, bus ku menuju Shirakawago datang juga, para penumpang sudah antri, dan pak supir keluar untuk ngecekin bookingan kita. Shirakawago, HERE I COMEEE…. ngeeeeeng… Perjalanan dari Kanazawa ke Shirakawago dengan Bus ditempuh sekitar 1 jam, sepanjang jalan, semua warna putih tertutup salju, termasuk jalan, pohon-pohon, gunung, rumah, antara amazing dan ngeri-ngeri sedap. Gw belum pernah ngerasain dingin sedingin ini, parno donk pasti, mana aku sendirian pula, kalo aku kenapa-kenapa gimana coba?? Tapi aku tetep berusaha enjoy dan menikmati pemandangan setiap momentnya, this is rare, ngga biasa aku temuni tiap hari juga kan. Buang deh jauh-jauh perasaan parno kedinginan. I’ve been on the mountain tho, it was cold too.

Bus sampe di Shirakawa-go. Rasa dingin tiba-tiba hilang donk karena saking bahagianya, serasa ada di negeri dongeng, begitu turun dari bis, hujan salju yang lumayan lebat menemani, aaargh ngga bisa diungkapkan dengan kata-kataaa. Aku serasa mimpi, mimpi indaaaah. Terminal bus Shirakawago ini kecil banget, hanya ada satu bangunan rumah kecil kaya ruang tunggu, tempat petugas informasi dan tempat pembelian tiket, ada juga toilet, tapi karena saking banyak-nya orang yang kesini, jadinya sesak kaya di pasar. Sejak turun dari bus, Aku mulai menelusuri perkampungan ini, pake payung karena saljunya lumayan lebat, and I’m so lucky to have this moment. Ngga pernah terbayang sebelumnya gw kok bisa nyungsep di tempat ini, apa apaan? I’ve done things I’d never imagine.

Ngga kerasa, udah 1 jam jalan sendirian keliling kampung Shirakawa-go, kalo lagi happy dan sumringah gini, -3 derajat pun ngga kerasa loh. Ada hasrat untuk wajib kembali ke tempat ini, bawa orang-orang yang aku cintai kesini, biar mereka bisa merasakan perasaan ajaib yang aku rasain skrg, serasa di negeri dongeng tuh bener banget. This is 100% the most beautiful place I’ve ever seen. Yang paling bikin mataku berkaca-kaca adalah sungai yang setengah membeku, tapi masih ada sedikit air yang mengalir, pohon-pohon yang semua tertutup salju, ditambah gemercik hujan salju yang cantik, aaaaarrrghhhh is it a dream? lalu teringat suamiku yang lagi di Australia, darling come and seee this magical river!!

Ada pemandangan menarik juga, yaitu seorang warga lokal yang lagi naik ke atap genteng rumahnya dan ngegerukin salju yang tebel banget, tingginya hampir setengah badannya dia, aku sampe mikir berarti ini rumah meskipun terbuat dari bambu, kuat banget ya bisa nahan berat salju sampe sebanyak itu. Jepang emang the best lah! Sayangnya, aku hanya punya waktu kurang dari 3 jam untuk explore Shirakawa-go ini, karena aku harus kembali ke Kyoto sekitar jam 4, dan diperkirakan sampe Kyoto sekitar jam 8 malem! Yup, 4 jam. Karena aku kehabisan tiket bus Shirakawa-go menuju Kanazawa, akhirnya aku booked tiket bus dari Shirakawa-go ke Toyama dulu, dari Toyama naik Shinkansen ke Kanazawa, baru dari Kanazawa kembali ke Kyoto naik Thunderbird lagi. Its a long way, tapi worth it lah, traveling di Jepang itu, meskipun wasting time di perjalanan, akan selalu worth it!

Anw, aku sempet kedinginan pas lagi menunggu bus, karena saking ngga mau ketinggalan bus, aku udah stay 30 menit sebelum jadwal keberangkatan, nah selama 30 menit itu kan aku duduk-duduk di lounge terminal, jadi sesak banyak orang juga yg lagi nunggu, kebanyakan mereka kembali ke Kanazawa atau Takayama, sementara yang kembali ke Toyama sedikit, bus yang aku naikin juga kosong sih, mungkin ngga terlalu populer jalur ke Toyama ini, padahal bisa jadi alternatif kalo yang ke Kanazawa dan Takayama kepenuhan. Tips untuk menghindari kedinginan di Shirakawa-go, bawa air anget masukin ke botol termos gitu, beli yang bagus ya biar panasnya tahan lama hehehee, terus jangan lupa beli semacam koyo penghangat badan, tempelin deh di paha, perut, pinggang atau mau ditempel di muka juga boleh kalo situ ga malu mah hahaha. Belinya di sevel atau supermarket juga banyak.

Perjalanan pulang ke Kyoto, cukup melelahkan, but I’m happy!! Setelah turun bis di terminal Toyama, aku sempet lari-lari nyari flatform Shinkansen tujuan Kanazawa, karena waktunya mepet banget, kalo ketinggalan aku harus nunggu Next train sekitar 15 menit – 30 menit aku lupa detailnya, yang pasti akan bikin nyampe Kyoto lebih malam, tapi untungnya I made it! Nyari platform pun ngga susah meskipun sambil lari-lari, karena papan petunjuk arah yang lengkap sekali, engga akan bikin nyasar, ditambah ketepatan waktu transportasi di Jepang yang the best itu, akhirnya aku berhasil masuk kereta in last minute, pas duduk kereta langsung maju! Pyuhhhhh the power of lumpat! I’m proud of myself, karena belum pernah ke Toyama, suasana masih asing, tapi aku masih bisa jeli dan gampang dengan mudah cari-cari platform sambil lari-lari tanpa nyasar begini. Mata harus jeli, otak harus jalan, fisik harus kuat hahaha. Anw, aku sih masih ngga nyangka, umur 27 tahun aku udah bisa ngelakuin hal-hal gila kaya gini, situ umur 27 udah ngapain aja hayo?? Wkwkwkwk

Ada rasa kepuasan tersendiri bisa traveling sendirian dan nemu tempat-tempat indah dan cantik kaya Shirakawa-go, jadi semakin semangat buat menjelajah sisi bumi lainnya, ini baru di Jepang loh, apa kabar Scandinavia? Yosemite National Park? New Zealand? Bucket list banget sih ini mah.

Akhirnya, aku sampe Kyoto tepat waktu sekitar jam 8 maleman, beli makan di sevel, lalu tidur. Mandi ga? Engaaaa… dingin beginih.

Ke-amazingan ini belum berakhir, masih ada tempat cantik nan magical kaya gini yg aku temuin, yaitu NIKKO ! Stay tuned! Meskipun update ceritanya agak lama, maapkan ya, karena kesibukanku skrg susah banget buat nulis. Kalo ada yang mau ditanyakan seputar Shirakawago, bisa komen dibawah ya, biar orang lain juga bisa baca sharingnya, atau kalo mau konsul atau butuh motivazzzi tentang traveling ke Jepang, juga bisa DM aku via IG, I’ll reply asap 😉 thanks guys for coming to my blog, stay toned untuk catatan perjalanan selanjutnya, aku explore Arashiyama dan Nara! See ya….

PICS Day 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*